Gerbang Type Approval -> Aksi perampokan bersenjata api (senpi) kembali terjadi di Kabupaten Muara Enim. Ardi Junaedi,3 2, warga Desa Beringin,Kecamatan Lubai, menjadi korban perampokan, Minggu (26/12) sekitar pukul 05.30 WIB,di Jalan Talang Sinar Desa Sugihan, Kecamatan Rambang.
Akibat perampokan yang diduga melibatkan 10 orang itu, korban mengalami kerugian Rp350 juta dan kehilangan dua buah telepon seluler.Korban juga mengalami luka tembak di bagian paha karena melakukan perlawanan. Mirisnya,saat kejadian,korban mendapatkan pengawalan anggota Polres Prabumulih Briptu Andi Sumanja saat menuju Desa Suban Jeriji,Kecamatan Rambang,untuk melakukan pembelian getah karet menggunakan mobil Toyota Hellux. Saat di tempat kejadian perkara (TKP), jalan yang dilalui kendaraan korban dipasangi kayu.Kemudian, korban mengurangi laju kendaraan dan seketika itu tiga orang muncul dari semak-semak langsung menembaki mobil korban.
Karena kaget, korban memundurkan mobil dengan cepat, tapi terperosok ke parit sehingga mobil korban tetap diberondong peluru sehingga mengenai paha korban. Sedangkan, aparat polisi yang berada dalam mobil tidak berkutik saat kejadian.Perampok pun diduga tidak mengetahui ada penumpang yang merupakan anggota polisi. Melihat mobil terperosok dan korban mengalami luka tembak, akhirnya para pelaku mengambil paksa uang dan telepon seluler korban yang berada dalam mobil.Setelah melakukan aksinya itu, para perampok melarikan diri ke semaksemak. Kapolres Muaraenim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Djoko Julianto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi.
“Kita lakukan penyelidikan intensif terhadap saksi yang dilakukan para pelaku. Dugaan sementara,para pelaku berjumlah 10 orang lengkap dengan senpi,”kata Djoko. Mantan Kapolsekta Ilir Barat (IB) I Polresta Palembang ini menjelaskan, modus yang digunakan para pelaku sudah mengetahui sebelumnya secara jelas aktivitas korban atau tauke karet yang hendak membeli karet dan membawa uang dalam jumlah besar.Pihaknya segera berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk melakukan patroli aktif mengantisipasi perampokan. “Kita mengimbau para pengusaha atau tauke karet yang melakukan aktivitas pembelian karet supaya membawa uang secukupnya dan hendaknya meminta pengawalan dan aparat polisi.Kami siap melayani,”ungkap Djoko.
Identitas Tersangka Sudah Diketahui
Menanggapi kasus perampokan bersenpi, Direktur Reskrim Polda Sumsel Kombes Pol Drs Raja Haryono SH MHum kepada SINDO tadi malam mengatakan, kejadian tersebut masuk wilayah hukum Polres Muara Enim dan kasusnya ditangani Polres Muara Enim. “Karena tempat kejadian di wilayah hukum Polres Muara Enim, maka ditangani Polres Muara Enim.Pastinya Polda Sumsel memback up dengan menerjunkan tim dari Reskrim Unit Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) ke wilayah Muara Enim dan sekitarnya untuk mengejar tersangka.Tim ini bukan hanya di Muara Enim saja,melainkan di seluruh wilayah hukum Polda Sumsel,”kata Raja. Raja menjelaskan, dalam perkara kasus seperti ini,Polda Sumsel sudah banyak mengungkap kasus serupa.
Saat ditanya apakah para pelaku merupakan spesialis rampok bersenpi yang selama ini kerap melakukan aksi yang meresahkan masyarakat, pihaknya akan melakukan penyelidikan. “Para tersangka masih dalam penyelidikan apakah pemain lama atau baru. Namun, identitas para tersangka sudah diketahui dan sekarang masih dalam pengejaran,” ungkap Raja.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu